Shovya.Com

Blog Personal Shovya yang membahas tentang beauty dan lifestyle

24 November 2010

Ini nih foto kenang-kenangan sama best friend nya aku waktu masih ngumpul semua.... jd kangen... ^_^
Waktu di Tanuhi bareng Kls A

Perpus Prodi Geo
 ♥ Linda, Qiqi, Shovya, Qimey, Eem, Kahfi, Wahyu ♥
Wajah innocent nya Qimey.... :D


Semuanya in action dimanapun dan kapan pun... \^0^/\^0^/
Lagi serius be Dom... 

Karaoke bareng walaupun suara saia pas2an... malah dibawah standar SNI haha


Muka aneh Linda, shovya, qimey... haha XD


Pra-wedd nya Lamuh dan Qiqi... @ Kota Citra :P


Linda, Shovya pemotretan.. haha

Charlies Angel (jer..) minum nya banyak bnarr..... :D

She's my luphly friend... she's so far from here now... :'(


Rere, temen PPL di SMP 14, bisa dibilang best friend waktu PPL, tapi kalo diluar itu... emmm.. entah laahh... haha


Qiqi, Vya : mau konsul ma dosen,, foto-foto dulu.... :D

Tke of kost Rere, saat ngerjain laporan KKL and nunggu konsul ke Pak Udin :D





As I look my past, I remeber the jokes we laughed at.. the things I missed and lost...
but there's one thing I'll never forget... Its the day you're become my Best Friends... ♥

♥ Satu alasan kenapa kau ku rekam dalam memori... satu cerita teringat dalam hati.. karena kau berharga dalam hidup ku teman, untu satu pijakan menuju masa depan...
saat luka bersama... tawa bersama.... ♥

Disini lah ku menemukan mereka semua... ^_^
Lambung Mangkurat University (Geography) Banjarmasin



Dan saia sendiri.... ^_* wink..... Terima kasih sudah berkunjung.... :)



19 November 2010

Semua daerah lautan di dunia ini bisa mengalami tsunami, tapi di Samudra Pasifik dan sekitarnya, kemungkinan terjadinya tsunami yang besar dan merusak lebih sering terjadi, karena sebagian besar gempa berkekuatan besar terjadi di garis Samudra Pasifik, atau lebih sering dikenal dengan istilah Lingkaran Api Pasifik (Pacific Ring of Fire).

Semua daerah dataran pinggir pantai bisa saja dihantam tsunami; bahkan yang paling besar sekalipun; tingginya bisa mencapai 10 meter bahkan lebih (30 meter pada kasus luar biasa), dan mereka bisa berpindah ke daratan sejauh ratusan meter, tergantung dari permukaan tanahnya.

Tsunami terdiri dari serangkaian gelombang berpuncak yang datang setiap 10 sampai 60 menit. Biasanya gelombang pertama bukanlah gelombang terbesar. Bahaya tsunami bisa berakhir beberapa jam setelah kedatangan gelombang pertama. Kadang-kadang tsunami ditandai dengan air surut tiba-tiba sehingga dasar laut terlihat dengan jelas.

Kekuatan beberapa tsunami sangat besar sekali. Batu-batu besar dengan berat beberapa ton, bersamaan dengan kapal-kapal dan puing-puing, bisa pindah ke daratan sejauh ratusan meter akibat terseret oleh gelombang tsunami, rumah-rumah dan bangunan lain pun hancur. Semua jenis benda ini dengan pergerakan air yang kuat bisa menewaskan atau melukai.

Tsunami bisa terjadi kapan saja, siang atau malam, dan dari samudra bisa menghampiri sungai atau hulu sungai. Tsunami juga bisa dengan mudah “membungkus” pulau di daerah pinggir pantai yang tidak tahu di mana sumber tsunami.


Lingkaran Api Pasifik
Lingkaran Api Pasifik adalah daerah yang sering mengalami gempa bumi dan letusan gunung berapi yang mengelilingi cekungan Samudra Pasifik. Daerah ini berbentuk seperti tapal kuda dan mencakup wilayah sepanjang 40.000 km. Daerah ini juga sering disebut sebagai sabuk gempa Pasifik. Lingkaran Api Pasifik mempunyai 452 gunung berapi dan tempat dari lebih 50 % gunung berapi yang aktif dan tidur. Indonesia terletak di antara Lingkaran Api Pasifik sepanjang kawasan kepulauan timurlaut termasuk Papua Nugini, serta di sabuk Alpide sepanjang kawasan selatan dan barat dari Sumatra, Jawa, Bali, dan Timor.

Gunung berapi di Indonesia merupakan yang paling aktif di dalam Lingkaran Api Pasifik. Mereka terbentuk akibat daerah subduksi (pertumpukan) antara Lempeng Eurosia dan Lempeng Indo-Australia. Beberapa gunung berapi yang sudah meletus diantaranya; Krakatau pada tahun 1883 dengan dampaknya yang hebat, Danau Toba akibat ledakan super vulkanik diperkirakan terjadi 74,000 tahun yang lalu dan menimbulkan penurunan suhu drastis akibat debu vulkanik (volcanic winter), dan Gunung Tambora dengan letusannya yang sangat dahsyat tercatat pada tahun 1815.

Gunung berapi yang paling aktif di Indonesia adalah Kelud dan Merapi di pulau Jawa, yang telah menewaskan ribuan jiwa di daerah sekitarnya. Sejak tahun 1000 SM, Kelud sudah meletus lebih dari 30 kali, letusan terbesarnya mencapai skala 5 pada Volcanic Explosivity Index (VEI), sementara Merapi meletus sudah lebih dari 80 kali. Asosiasi Internasional Vulkanologi dan Kimia Interior Bumi (International Association of Volcanology and Chemistry of the Earth's Interior) menjuluki Merapi sebagai Decade Volcano sejak tahun 1955 karena kegiatan vulkaniknya yang tinggi.


Kapan Air akan Datang?
Gelombang tsunami bisa membanjiri atau menggenangi daerah dataran rendah pinggir pantai. Banjir akibat tsunami adalah masuknya gelombang dari pinggir pantai secara horizontal dan menggenangi daratan. Banjir bisa meluas ke daratan sampai 300 meter (sekitar 1000 kaki) bahkan lebih, menutupi dataran luas dengan air dan puing. Banjir di bibir pantai bisa menjauh tergantung dari besarnya intensitas gelombang tsunami, permukaan bawah laut, dan elevasi topografi tanah. Suatu daerah penduduk mungkin tidak melihat adanya reaksi gelombang yang merusak, sementara di tempat lain didekatnya mungkin saja diserang oleh gelombang besar dan dahsyat. Ketika tsunami menyentuh pinggir pantai dan bergerak ke daratan, ketinggian air bisa meningkat sampai beberapa meter. Gelombang pertama mungkin bukan gelombang terbesar dari serangkaian gelombang tersebut.


Daerah pinggir pantai dengan kemiringan tertentu mengurangi terjangan gelombang, bisa mengurangi risiko terjadi tsunami.
Lereng yang curam di daerah pinggir pantai menjadi tempat tumpuan kekuatan

Cincin Api Pasifik atau Lingkaran Api Pasifik (bahasa Inggris: Ring of Fire) adalah daerah yang sering mengalami gempa bumi dan letusan gunung berapi yang mengelilingi cekungan Samudra Pasifik. Daerah ini berbentuk seperti tapal kuda dan mencakup wilayah sepanjang 40.000 km. Daerah ini juga sering disebut sebagai sabuk gempa Pasifik.Cincin Api Pasifik (Ring Of Fire) adalah area dimana terdapat banyak sekali terjadi gempa dan letusan gunung berapi di dalam area Samudera Pasifik. Dalam bentuk seperti tapal kuda dengan panjang 40.000 km, itu dikaitkan dengan palung samudera, vulkanik busur, dan sabuk vulkanik dan pergerakan lempeng yang terjadi terus menerus serta berdekatan. Cincin Api memiliki 452 gunung berapi dan merupakan rumah bagi lebih dari 75% gunung berapi aktif dan tidak aktif di dunia. Kadang-kadang disebut circum-Pacific belt atau circum-Pacific seismic belt.

Cincin Api adalah akibat langsung dari lempeng tektonik dan pergerakan serta tabrakan dari lempeng kerak. Bagian timur cincin adalah hasil dari Lempeng Nazca dan Lempeng Cocos menjadi sub bagian di bawah bergerak ke arah barat Lempeng Amerika Selatan. Sebagian dari Lempeng Pasifik bersama dengan lempeng Juan de Fuca kecil sedang sub bagian di bawah Lempeng Amerika Utara. Sepanjang bagian utara dengan lempeng Pasifik bergerak ke arah barat laut sedang sub bagian Kepulauan Aleut di bawah busur. Lebih ke barat lagi lempeng Pasifik sedang sub bagian sepanjang sabuk Semenanjung Kamchatka di selatan melewati Jepang. Bagian selatan lebih kompleks dengan sejumlah kecil lempeng tektonik bertabrakan dengan lempeng Pasifik dari Kepulauan Mariana, Filipina, Bougainville, Tonga, dan Selandia Baru. Indonesia terletak di antara Cincin Api sepanjang kepulauan timur laut berbatasan langsung dengan New Guinea dan di sepanjang sabuk Alpide selatan dan barat dari Sumatera, Jawa, Bali, Flores, dan Timor. Yang terkenal dan sangat aktif zona Patahan San Andreas di California adalah sebuah kesalahan yang mengubah offset sebagian dari Pasifik Timur Naik barat daya di bawah Amerika Serikat dan Meksiko. Gerakan kesalahan kecil menghasilkan banyak gempa bumi, pada beberapa kali sehari, yang kebanyakan terlalu kecil untuk dirasakan. Queen Charlotte Fault aktif di pantai barat Ratu Charlotte Islands, British Columbia, Kanada, telah menghasilkan tiga gempa bumi besar pada abad ke-20: 7 besaran peristiwa pada tahun 1929, yang berkekuatan 8,1 terjadi pada tahun 1949 (terbesar di Kanada tercatat gempa bumi) dan 7,4 besaran pada tahun 1970.


Sekitar 90% dari gempa bumi yang terjadi dan 81% dari gempa bumi terbesar terjadi di sepanjang Cincin Api ini. Daerah gempa berikutnya (5–6% dari seluruh gempa dan 17% dari gempa terbesar) adalah sabuk Alpide yang membentang dari Jawa ke Sumatra, Himalaya, Mediterania hingga ke Atlantika. Berikutnya adalah Mid-Atlantic Ridge, sabuk ketiga tempat sering terjadinya gempa.


Daerah cakupan

Beberapa daratan dan lautan yang membentuk Lingkaran Api Pasifik (dari arah barat daya, berlawanan arah jarum jam):

* Selandia Baru
* Palung Kermadec
* Palung Tonga
* Palung Bougainville
* Indonesia
* Gunung Merapi
* Filipina
* Palung Filipina
* Palung Yap
* Palung Mariana
* Palung Izu Bonin
* Palung Ryukyu
* Jepang
* Gunung Fuji
* Palung Jepang
* Palung Kurile
* Kamchatka
* Kepulauan Aleutia
* Palung Aleutia
* American cordillera
* Alaska
* Pacific Coast Range
* British Columbia
* Barisan Pegunungan Cascade
* Gunung St. Helens
* California
* Meksiko
* Palung Amerika Tengah
* Guatemala
* Nikaragua
* Kolombia
* Ekuador
* Peru
* Palung Peru-Chili Trench

Dari sebanyak 129 gunung api di Indonesia atau 13 persen dari seluruh gunung api di dunia, terbentang dari pulau Sumatera menyusuri pulau Jawa kemudian menyeberang ke Bali, Nusa Tenggara hingga bagian timur Maluku dan berbelok ke utara pulau Sulawesi.

Atau melingkari Kepulauan Indonesia sehingga dikenal dengan sebutan lingkaran api (The Ring of Fire) Indonesia, atau jalur tektonik Indonesia, tegas Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi, Dr Surono, Senin (25/2).

Banyaknya gunung api di Indonesia, karena negara kepulauan ini tercabik-cabik oleh keberadaan pusat hiruk-pikuk tiga lempeng tektonik (tectonic plate), yang saling bertabrakan, katanya.

Masing-masing lempeng Eurasia, lempeng Indo-Australia dan lempeng Pasifik, tumbukan ketiga lempeng tersebut pada akhirnya membentuk rangkaian gunung api di Indonesia.

Dijelaskan, kawasan ini menjadi arena benturan antara lempeng Indo-Australia yang bergerak ke utara terhadap lempeng Pasifik yang relatif bergerak ke arah barat.

Sehingga kepulauan Indonesia dihimpit oleh dua pergerakan, terdiri ke utara dan ke barat dengan kecepatan berkisar 4-6 cm per tahun, maka lempeng yang berbenturan tersebut menunjang tepat di bawah kepulauan Indonesia dan memberi peluang kepada magma merayap naik, persis diatas Nusantara dan membentuk banyak pulau.

Di bagian utara terdapat lempeng yang ketiga, lempeng Eurasia yang menahan himpitan tersebut sehingga Nusantara berada dalam lingkaran pertarungan tiga lempeng besar dunia.

Akibat benturan ketiga lempeng itu, menyebabkan retaknya beberapa bagian pada kerak bumi, selain menimbulkan panas yang memproduksi batuan cair (magma).

Melalui retakan-retakan yang terbentuk, sekaligus sebagai bidang lemah, magma terdorong naik dan membentuk kerucut-kerucut gunungapi.

Sementara itu, zona subduksi yang terbentuk sangat luas dimulai dari sisi selatan barat pulau Sumatera hingga sisi selatan pulau Jawa, zona tersebut berlanjut hingga Nusa Tenggara yang memanjang dari barat ke timur.

Kemudian di bagian timur Nusantara jalurnya memutar dimulai dari laut Banda di Maluku berputar ke utara memotong Sulawesi bagian utara, tegasnya.

Surono menyatakan, team-nya siap dan mampu menangani target letusan lima gunung api di Indonesia setiap tahun.

Saat ini terdapat dua gunung api berstatus siaga, gunung api Krakatau di Selat Sunda telah meletus sedangkan gunung api Lokon di Sulawesi terus-menerus mengeluarkan asap tebal.

Gunung berapi di Indonesia adalah yang terakftif diantara tempat lainnya yang termasuk dalam Ring Api Pasifik. Mereka terbentuk dari daerah sub bagian antara lempeng Eurasia dan Lempeng Indo-Australia. Beberapa dari gunung berapi mencatatkan letusannya, misal, Krakatau yang meberikan efek global pada 1883, Danau Toba untuk letusan supervolcanic yang diperkirakan terjadi pada 74000SM yang bertanggung jawab atas 6 tahun musim dingin, dan Gunung Tambora yang merupakan letusan tersadis yang tercatat dalam sejarah di tahun 1815.

Gunung berapi paling aktif adalah Kelud dan Merapi di Pulau Jawa yang telah membunuh ribuan penduduk di sekitarnya. Sejak tahun 1000, Kelud telah meletus 30 kali, dimana yang terbesar dengan skala 5 dalam Index Letusan Gunung Berapi, di saat Merapi meletus lebih dari 80 kali. The International Association of Volcanology and Chemistry menjulukki Merapi sebagai gunung berapi 10 tahunan sejak 1995 atas tingginya aktifitas gunung berapi ini.

12 October 2010

Seperti yang kita tau, Planet-planet atau benda-benda yang berada di luar angkasa seperti bulan dan matahari memiliki daya tarik (gravitasi) masing-masing yang dapat mempengaruhi planet bumi atau pun segala aktifitas pergerakan lempeng di bumi.
Gravitasi itu tergantung dua hal : Massa benda yang menarik anda, dan jaraknya. Semakin besar massanya, semakin kuat tarikannya, semakin dia jauh semakin lemah tarikannya. Malah ia menjadi lemah berdasarkan kuadrat jarak.
Selain gravitasi, di luar angkasa juga ada gaya tidal. Gaya pasang surut gravitasi. Tapi gaya ini justru lebih lemah lagi. Dia akan menurun pangkat tiga jarak. Artinya kalau dia berjarak dua kali lebih jauh dari kamu, gaya tidalnya akan turun delapan kali lebih lemah. Kalau 10, dia akan 1000 kali lebih lemah. Jauh, jauh lebih lemah dari gravitasi.
Nah, jadi kalau kamu tahu massa benda dan jaraknya, kamu bisa menghitung gaya gravitasi dan tidalnya. Gak heran kalau bulan adalah yang paling berpengaruh. Massanya cuma 1/80 kali massa bumi, tapi jaraknya sangat dekat. Venus, planet paling dekat ke bumi, jaraknya 150 kali lebih jauh!
Biar enak, anggap saja gaya gravitasi bulan di bumi itu nilainya 1. Jadi kalau ada planet yang nilainya 10, artinya gaya gravitasi planet tersebut 10 kali lebih kuat dari pada gravitasi bulan terhadap bumi.

Secara garis besar disampaikan bahwa setiap gempa bumi kuat yang terjadi selalu didahului dengan anomali gravitasi. Ini terjadi karena tingkat stress dari zona pusat gempa yang mencapai kondisi kritis menimbulkan adanya tekanan dan kompaksi batuan, atau regangan dan pengurangan densitas batuan. Selama stress mencapai kondisi kritis, massa mengalami retakan di sekitar zona pusat gempa dan menyebabkan adanya patahan pada seluruh batuan tersebut. Proses-proses deformasi yang timbul pada zona pusat gempa sebelum terjadi gempa akan menimbulkan zona-zona dengan densitas tinggi dan rendah, sehingga akan menimbulkan perubahan medan gravitasi. Disamping itu, adanya stress dalam kondisi kritis di zona pusat gempa ini dapat menimbulkan pergerakan fluida pada lapisan-lapisan bumi, yang sering dijumpai sebagai kenaikan dan penurunan muka air tanah.

Pengaruh keselurusan planet terhadap Bumi dapat menimbulkan gempa bumi dapat dilihat pada gambar berikut :

Planet Saturn line-up with Sun and Earth



1960, The largest recorded earthquake in the world was a magnitude 9.5 (Mw) in Chile on May 22, 1960.
Neptune line-up with Sun and Earth



2004, On the 26th December 2004 a Tectonic earthquake measuring 8,9 on the Richter scale followed by a Tsunami wave hit nearly all of the western and northern coast of Nanggroe Aceh Darrussalam (NAD) province and Nias of North Sumatra.
Saturn line-up with Sun and Earth



2006, the earthquake scaling at 5.9 Richter happened in the southern part of Yogyakarta on 27th May 2006.
Jupiter line-up with Sun and Earth

Gempa Bumi Tasikmalaya disebabkan oleh Planet Uranus

Pada Gempa besar di Tasikmalaya hari rabu tanggal 2 September 2009 pada skala richter 7.3
Ada 3 Planet luar yang satu garis Surya dan Bumi yaitu Jupiter Uranus dan Neptune, tapi yang paling tepat satu garis yaitu Uranus.
Makanya bisa terjadi gempa besar yang merusak. Bisa dilihat gambar di bawah.
Gambar di bawah diambil dari webside:


Sebanyak 1.200 setasiun seismograf yang mencatat 500.000 goncangan setiap tahun di muka Bumi, di antaranya 100.000 dapat didengar dan dirasakan penduduk, dan 1.000 kali telah mendatangkan bencana. Empat dan lima gempa Bumi berlaku di sekeliling Pasifik sedangkan yang lainnya berada di sekitar India, Laut Tengah dan Atlantik.Suatu hal yang meniadakan pengetahuan orang Barat tentang penyebab gempa ialah dugaan mereka sendiri mengenai sirkulasi magnet Bumi. Mereka beranggapan bahwa magnet positif di selatan Bumi ke luar ke angkasa kemudian membelok ke arah utara menyelubungi planet ini, seterusnya masuk di kutub utara dan bergerak melalui perut Bumi hingga keluar lagi di kutub selatan. sebenarnya antara planet yang 1 dengan yang lainnya saling berkaitan dan saling mempengaruhi, masing-masing bergantung dengan tali magnet yang berhubungan dengan surya.jika tidak, bumi telah lama melayang entah kemana dan tidak berada pada orbit nya seperti sekarang didalam tata surya kita.berikut adalah pemahaman tentang aliran magnet dibumi yang salah :


Gambar lain yang menunjukkan keselurusan yang mengakibatkan gempa bumi :
Posisi Surya Bumi dan Planet Uranus pada saat Gempa Padang Sumbar.



Planet Saturnus dan Mars penyebab Gempa cili

GEMPA DI SINABANG
Gempa besar kembali mengguncang Nanggroe Aceh Darussalam, Rabu, 7 April 2010 tepat pukul 05.15 WIB. BMKG mencatat kekuatan gempa ini mencapai 7,2 skala Richter, sedangkan Badan Survey Geologi Amerika Serikat menyebut gempa ini berkekuatan 7,7 skala Richter.

Pada saat gempa Planet Saturnus segaris dengan Bumi Dan Surya