11 April 2012

# Cerita ku

SD Anak Bawang

Sebelumnya, mungkin bakal bertanya-tanya abis baca judulnya.. apa itu SD Bawang? nama ini mungkin cukup asing bahkan untuk warga kota Banjarmasin sendiri (sama, gue yang asli Banjarmasin juga baru tau.. parah..) hanya sedikit orang yang tau tentang SD Bawang ini atau juga dikenal dengan nama SD Pasar Lima Banjarmasin.
Kalau kita dengar tentang sekolah SD, pasti kita akan berfikir kalau sekolah tersebut punya ruang kelas satu sampai enam, punya lapangan yang cukup luas, kantin sekolah, serta fasilitas lainnya layaknya sekolah-sekolah dasar pada umumnya. Tapi ga untuk SD Bawang, sekolah ini di dedikasikan khusus untuk anak-anak jalanan, pengupas bawang, kuli angkut, maupun penjual koran.

Sebagian dari mereka mungkin masih memiliki orang tua, tapi ga mampu bersekolah di sekolah formal seperti anak-anak yang lain, bukan hanya ga mampu dalam segi biaya tapi juga dari segi waktu. Mereka ga punya waktu berlama-lama belajar disekolah yang biasanya dimulai dari jam 8 pagi hingga sekitar jam 2 siang, karena mereka harus segera kembali bekerja. Disekolah Bawang ini mereka belajar hanya dari jam 8 pagi hingga jam 10 pagi.

Sekolah ini berlokasi di lantai 2 pasar lima Banjarmasin, dekat dengan pasar harum manis yang merupakan pusat jual beli bawang di Banjarmasin (itulah alasan kenapa diberi nama SD Bawang).
Deskripsi sekolah ini :
  • Hanya memiliki sebuah ruangan dengan 30 meja dan kursi, serta 1 papan tulis kapur
  • Setiap harinya cuma belajar satu mata pelajaran dan disesuaikan dengan semua umur anak-anak yang ikut belajar
  • Sekolah ini ga menggunakan kurikulum seperti sekolah formal lain
  • Tujuan utama sekolah ini yaitu supaya anak-anak ga menjadi seorang pengemis dan preman cilik lagi
  • Setiap anak yang belajar di sekolah ini diberikan uang saku antara Rp.4000 hingga Rp.6000 untuk menambah semangat mereka belajar

Dan yang paling berperan penting disekolah ini adalah para tenaga pengajar nya, mereka benar-benar pahlawan tanpa tanda jasa yang memiliki niat tulus serta tanpa pamrih. Mereka selalu menekankan kepada anak-anaknya agar ga lagi jadi ngemis serta selalu memberikan pendidikan moral kepada anak-anaknya ditengah ramainya orang lain yang berebut kekuasaan, harta dan jabatan. Mereka sangat berdedikasi dan perduli terhadap sesama.. bener-bener mengispirasi.
Sayangnya, pemerintah kurang peduli terhadap sekolah ini.. namun untungnya masih ada para demawan mau memberikan sedikit bantuan walaupun ga mendanai secara penuh ^_^
Gue yang guru newbie ini jadi tertarik untuk menjadi salah satu tenaga pengajar disana.. :O

6 comments:

  1. @Dusta yang Diperbolehkan : hohoho buanyak beuudd yg masih belom diperhatikan :D

    ReplyDelete
  2. mbka saya udah follow blognya saya tunggu followbacknya...
    http://yyulio.blogspot.com

    ReplyDelete
  3. @Ninaya : iyo koh... :o

    @ Yulio Adi Candra : iyaaa.. wait yaaa.. :D thx

    ReplyDelete
  4. @Kahar Ngeblog : iyo.. banyak bgt padahal sekolah mcm tu dsni, cuma agak tersembunyi.. -__-"

    ReplyDelete
  5. @vnp_ind : dipasar lima kak, lantai 2 kalo ga salah.. deket orang ngupas2in bawang.. mereka adanya disitu pas jam 8 sampe jam 10 aja..
    kalo komunitas nya aku kurang tau kak, yg ngajar disana bukan berupa org2 yang berasal dari komunitas sosial kak, mereka beneran guru yang udah belasan tahun mengabdi disana :)

    ReplyDelete

Habis baca, kasih komentar kamu disini ya ^_^