Bahasa Sederhana Ibu

November 17, 2011
Seorang anak disekolah menjelang jam-jam terakhir pelajaran yang membayangkan, jika ia pulang dan sampai kerumah nanti, ia ingin di meja makan sudah ada disediakan oleh ibunya nasi lengkap dengan lauk nya, ia ingin langsung makan ketika sampai dirumah nanti karena ia merasa sangat lapar...
Tetapi kenyataannya berbanding terbalik dengan apa yang sudah ia bayangkan saat ia sampai dirumah..
Ibu nya masih sibuk memasak didapur, dan diatas meja tak ada satupun makanan. Kesal, marah, semuanya ada dipikiran sang anak.. Tapi, karena ia tak mau berkata kasar kepada ibunya, lalu ia mengambil selembar kertas, kemudian ditulis isinya seperti ini :

"Biaya menjaga adik tadi malam = Rp 20.000
Biaya membersihkan kamar = Rp 15.000
Biaya menyapu halaman = Rp 25.000
Biaya mencuci piring = Rp 50.000
dan seterusnya...."

Kertas tersebut diletakkan diatas meja dekat dengan ibu yang sedang memasak tadi, kemudian ibu membacanya... sebagian oran dengan membaca isi dari selembar kertas tersebut mungkin akan langsung marah dan emosi dengan tingkah anak nya.. Tapi ibu itu hanya tersenyum, kemudian menulis di bagian belakang kertas yang masih kosong tersebut dengan isi :

"Biaya mengandung mu selama 9 bulan = Gratis
Biaya menyusui mu selama 2 tahun = Gratis
Biaya menjaga mu saat masih bayi = Gratis
Biaya menyekolahkan mu = Gratis
Biaya memberimu makan 3x sehari = Gratis
Biaya tempat tinggal mu = Gratis
Biaya merawatmu hingga sekarang = Gratis
Total biaya = Gratis"

Kertas tersebut dikembalikan kepada sang anak, setelah ia membaca nya, ia langsung memeluk ibunya dan berkata "aku sayang ibu.."

Dari cerita itu, dapat dibuktikan, mendidik seorang anak yang berperilaku negatif tidak harus dengan emosi, marah-marah, bahkan kekerasan.. kita bisa mengajarinya dari bahasa yang saaaangat sederhana. Bahasa yang sederhana dan lembut tersebut bahkan dapat membentuk karakter sang anak menjadi lebih baik lagi... ^_^


*Inspired dari seminar pendidikan anak yang baru saja saya ikuti hehe*
Previous
Next Post »

9 comments

  1. hmmm terharu... sangat bagus caranya dalam mendidik anak :)

    ReplyDelete
  2. @Nina : hahahaha bisa? ya, aku bisa apa aja.. wkwk

    ReplyDelete
  3. @Zona Blogger : wah bjur, metode zaman dulu mungkin kada bisa dipakai lagi di zaman skarang, anak lebih berfikir kritis n sering berontak klo kada sesuai dengan apa yg iny pkirkan karna mungkin pemikiran nya terpengaruh dari lingkungan nya tumbuh n media yg ada.
    jadi lebih baik dberi pemahaman tnpa kekerasan ato emosi, biar pola pikirnya terbentuk tnpa paksaan n iny bjur2 memahami dampak dari stiap tindakannya.. hohoho ^_^v

    ReplyDelete
  4. @Zona Blogger : banyak2 istighfar ja n sedia obat sakit kepala dirumah... wkwkwkwk

    ReplyDelete
  5. @Xlangkah Lebih Maju : waah.. bagus lah klo bgitu.. ^_^

    ReplyDelete
  6. nice post..... I Like it....

    tapiii emmmm ngomong2 dimana tu nyuci piring biayanya 50ribu....aku ngelamar donk....mumpung nganggur niii

    ReplyDelete
  7. yah itulah bahasa ibu yang bijak dan tanpa mengharap balas dari anaknya. malah ia ingin menjadikan kita sebagai anak yang berguna bagi agama, nusa dan bangsa. namun kita aja yang kadang tidak menydari itu. nice posting dan semoga bermanfaat juga bagi yang lain. salam persahabatan blogger dan terima kasih. mahesa (makin hebat saja) buat blog ini.

    ReplyDelete
  8. @bloekoetoek blogonol : yup, bener banget.. :)
    makasih.. mahesa juga buat blog nya hehe

    ReplyDelete

Habis baca, kasih komentar kamu disini ya ^_^